Senin, 12 Mei 2014

Kota Langsa adalah sebuah kota muda yang lahir pada tanggal 26 Juni 2001 dari pemekaran Kabupaten Aceh Timur yang terdiri dari empat kecamatan yaitu Langsa Kota, Langsa Timur, Langsa Barat, Langsa Baro dengan pusat ibu kota di Langsa. Melewati jalan Banda Aceh Medan, wilayah kota Langsa dimulai dari desa Birem Bayeun, dan berakhir pada perbatasan desa Buket Metuah. Kota Langsa dengan luas relatif kecil dibandingkan dengan kabupaten atau kota lain di Propinsi Aceh memiliki ciri khas tersendiri yang unik dan menarik serta potensi alam yang beragam yaitu pelabuhan, pantai, kawasan kota, hutan lindung, bukit-bukit, dan tempat wisata yang dimanfaatkan oleh masyarakat dengan usaha dan kreatifitas yang tinggi hingga menjadi tempat yang menghasilkan rupiah bagi masyarakat. Dengan demikian, kota Langsa nyaris sempurna di usia yang sangat muda yaitu 8 tahun.
Sehari-hari mayoritas masyarakat kota Langsa bergelut di bidang perdagangan barang dan jasa. Hal itu dapat dilihat dari aktivitas masyarakat baik personal, kelompok maupun kumpulan besar penduduk yang dibagi menjadi tiga kawasan yaitu:

1.   Di kawasan pelabuhan masyarakat dominan bermata pencaharian melaut  mencari ikan, udang, dan bermacam hasil tangkapan laut lainnya baik untuk kebutuhan dalam daerah maupun untuk ekspor keluar daerah atau keluar negeri seperti Malaysia dan Singapore. Selain itu juga ada cafe-cafe, usaha jual-beli pohon bakau, dll.

2.      Di kawasan perkotaan yang lumayan luas, masyarakat memanfaatkan perdagangan barang dan jasa yang beragam tersebar keseluruh pelosok kota.

3.      Di kawasan desa masyarakat memanfaatkan lahan subur untuk bertani dan berladang juga menciptakan cita rasa baru yang bisa dikenal sehingga menjadi desa produksi yang dijalankan secara kelompok maupun personal. Seperti desa Karang Anyar menjadi desa produksi kripik renyah. Desa Seulalah yang terkenal dengan kripik pedas dan tempe Seulalah. Desa Alue Dua yang sepanjang jalan menjual ikan asin. Desa Seuriget dan Sungai Pauh memproduksi terasi yang terkenal enak dan maknyus. Sedangkan daerah bukit masyarakat memanfaatkan lahan untuk bertani dan berladang, dan hasilnya bukan hanya dijual di dalam maupun di luar daerah bahkan di ekspor.

Kota Langsa memiliki banyak tempat wisata dengan keunikan, kelangkaan, dan keindahan yang berbeda dengan daerah lain di antaranya adalah :
1)      Pelabuhan Langsa, desa Teulaga Tujoh, Pulau Teulaga Tujoh
2)      Hutan lindung, Mutiara Water Park
3)      Seulembat
4)      Kolam pemancingan
5)      Kuliner khas Langsa
6)      Makam Ampon Chik Banta Beurdan dan peninggalan bersejarah

Untuk lebih jelas, berikut uraian masing – masing tempat wisata yaitu :

1.      Pelabuhan Langsa, desa Teulaga Tujoh, dan Pulau Teulaga Tujoh
Daerah wisata ini adalah 1 paket karena tujuannya searah Pelabuhan Langsa. Bisa dimanfaatkan untuk arena memancing, juga wisata air dengan tersedianya kendaraan air juga wisata kuliner.
Desa Teulaga Tujoh (Pusong) adalah pedesaan unik dan langka di mana penduduk sehari-hari berpencaharian mayoritas nelayan. Nuansa desa pusong sangat unik mengingat Pusong ini terletak di tengah laut yang berbentuk daratan  pantai membentuk jalan melintang ke pulau lain.
Pulau Teulaga Tujoh adalah pulau kecil yang berada tak jauh dari Pusong. Tempat ini sangat indah dan unik serta langka karena tidak ada satupun orang yang bermukim di sini karena beberapa sebab. Salah satunya adalah karena tempat ini diyakini masyarakat adalah tempat keramat.

2.      Hutan Lindung dan Mutiara Water Park
Hutan Lindung dan Mutiara Water Park terletak di daerah Perumnas dengan permukaan tanah yang berbukit sehingga menjadi keunikan khusus saat melihat pohon-pohon besar rimbun yang tumbuh menjulang tinggi dalam sebuah kawasan dilindungi yang menjadi paru-paru kota Langsa.
Kunjungan bertambah lengkap dengan adanya Mutiara Water Park yang merupakan tempat rekreasi. Di Mutiara Water Park tersedia kolam renang, perosotan air, drum air,flyng fox, macam ragam makanan, dan aneka hiburan dan fasilitas lainnya.

3.      Kolam Renang Keumuning (Seulembat)
Kolam renang ini terletak di desa Keumuning kecamatan Langsa Baroe kota Langsa. Tempat ini sangat exotis, karena letaknya diapit oleh bukit-bukit yang tinggi. Di daerah ini memberikan suasana khas yang asri dan selalu merdu dengan kicauan burung. Dan tempat ini dijadikan Bumper (bumi perkemahan) bagi anggota pramuka yang melaksanakan kegiatannya.

4.      Kolam Pemancingan
Kolam pemancingan terletak di desa Gampong Baroe kecamatan Langsa Baroe. Kolam ini sangat cocok bagi penggemar memancing. Tempatnya sangat mudah dikunjungi, dan kolam pemancingan ini melekat keindahan yang mampu memberikan kepuasan psikologis pengunjung dan nuansa afarmatif.

5.      Wisata Kuliner Khas Langsa
Selain tempat-tempat indah dan bersejarah, dapat pula kenikmatan tiada duanya dari aneka makanan baik dari dalam kota Langsa yang sangat khas maupun luar kota Langsa.

Makanan khas Langsa di antaranya adalah Sop Sum-Sum Langsa, gulee lhok beulacan, Rujak Langsa, kripik,dll. Namun makanan luar lainnya juga dengan mudah di dapat dengan rasa asli maknyus seperti Burger, Siomay JM, Ayam Tangkap, Kalasan, Gepok, dll.

6.      Makam Ampon Chik Banta Beurdan (balee juang)
Pertengahan abad 17 Ampon Chik Banta Beurdan adalah seorang ulee balang untuk daerah Langsa. Dan beliau merupakan keturunan Raja yang beristrikan keturunan bangsawan.


Pada masa beliau berkuasa, beliau mendirikan sebuah mesjid yang menjadi mesjid pertama di Kota Langsa yaitu mesjid   yang terletak di Gampong Teungoh. Sangat banyak peninggalan-peninggalannya di antaranya adalah Mesjid, istana , tempat bermain anak-anak, makam-makam keramat dan lain - lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar