Kota Langsa adalah sebuah kota muda yang lahir pada
tanggal 26 Juni 2001 dari pemekaran Kabupaten Aceh Timur yang terdiri dari
empat kecamatan yaitu Langsa Kota, Langsa Timur, Langsa Barat, Langsa Baro
dengan pusat ibu kota di Langsa. Melewati jalan Banda Aceh Medan, wilayah kota Langsa dimulai dari
desa Birem Bayeun, dan berakhir pada perbatasan desa Buket Metuah. Kota Langsa dengan
luas relatif kecil dibandingkan dengan kabupaten atau kota lain di Propinsi Aceh
memiliki ciri khas tersendiri yang unik dan menarik serta potensi alam yang
beragam yaitu pelabuhan, pantai, kawasan kota, hutan lindung, bukit-bukit, dan
tempat wisata yang dimanfaatkan oleh masyarakat dengan usaha dan kreatifitas
yang tinggi hingga menjadi tempat yang menghasilkan rupiah bagi masyarakat.
Dengan demikian, kota
Langsa nyaris sempurna di usia yang sangat muda yaitu 8 tahun.
Sehari-hari mayoritas masyarakat kota Langsa bergelut di bidang perdagangan
barang dan jasa. Hal itu dapat dilihat dari aktivitas masyarakat baik personal,
kelompok maupun kumpulan besar penduduk yang dibagi menjadi tiga kawasan yaitu:
1. Di kawasan
pelabuhan masyarakat dominan bermata pencaharian melaut mencari ikan, udang, dan bermacam hasil
tangkapan laut lainnya baik untuk kebutuhan dalam daerah maupun untuk ekspor keluar
daerah atau keluar negeri seperti Malaysia
dan Singapore .
Selain itu juga ada cafe-cafe, usaha jual-beli pohon bakau, dll.
2.
Di kawasan
perkotaan yang lumayan luas, masyarakat memanfaatkan perdagangan barang dan
jasa yang beragam tersebar keseluruh pelosok kota .
3.
Di kawasan
desa masyarakat memanfaatkan lahan subur untuk bertani dan berladang juga
menciptakan cita rasa baru yang bisa dikenal sehingga menjadi desa produksi
yang dijalankan secara kelompok maupun personal. Seperti desa Karang Anyar menjadi
desa produksi kripik renyah. Desa Seulalah yang terkenal dengan kripik pedas
dan tempe
Seulalah. Desa Alue Dua yang sepanjang jalan menjual ikan asin. Desa Seuriget
dan Sungai Pauh memproduksi terasi yang terkenal enak dan maknyus. Sedangkan
daerah bukit masyarakat memanfaatkan lahan untuk bertani dan berladang, dan
hasilnya bukan hanya dijual di dalam maupun di luar daerah bahkan di ekspor.
Kota Langsa memiliki banyak tempat wisata dengan
keunikan, kelangkaan, dan keindahan yang berbeda dengan daerah lain di
antaranya adalah :
1)
Pelabuhan
Langsa, desa Teulaga Tujoh, Pulau Teulaga Tujoh
2)
Hutan
lindung, Mutiara Water Park
3)
Seulembat
4)
Kolam
pemancingan
5)
Kuliner
khas Langsa
6)
Makam
Ampon Chik Banta Beurdan dan peninggalan bersejarah
Untuk lebih jelas, berikut uraian masing – masing tempat wisata
yaitu :
1.
Pelabuhan
Langsa, desa Teulaga Tujoh, dan Pulau Teulaga Tujoh
Daerah wisata ini adalah 1 paket karena tujuannya searah
Pelabuhan Langsa. Bisa dimanfaatkan untuk arena memancing, juga wisata air
dengan tersedianya kendaraan air juga wisata kuliner.
Desa Teulaga Tujoh (Pusong) adalah pedesaan unik dan
langka di mana penduduk sehari-hari berpencaharian mayoritas nelayan. Nuansa
desa pusong sangat unik mengingat Pusong ini terletak di tengah laut yang
berbentuk daratan pantai membentuk jalan
melintang ke pulau lain.
Pulau Teulaga Tujoh adalah pulau kecil yang berada tak
jauh dari Pusong. Tempat ini sangat indah dan unik serta langka karena tidak
ada satupun orang yang bermukim di sini karena beberapa sebab. Salah satunya
adalah karena tempat ini diyakini masyarakat adalah tempat keramat.
2.
Hutan
Lindung dan Mutiara
Water Park
Hutan Lindung dan Mutiara
Water Park
terletak di daerah Perumnas dengan permukaan tanah yang berbukit sehingga
menjadi keunikan khusus saat melihat pohon-pohon besar rimbun yang tumbuh
menjulang tinggi dalam sebuah kawasan dilindungi yang menjadi paru-paru kota Langsa.
Kunjungan bertambah lengkap dengan adanya Mutiara Water Park
yang merupakan tempat rekreasi. Di Mutiara Water Park tersedia kolam renang,
perosotan air, drum air,flyng fox, macam ragam makanan, dan aneka hiburan dan
fasilitas lainnya.
3.
Kolam
Renang Keumuning (Seulembat)
Kolam renang ini terletak di desa Keumuning kecamatan
Langsa Baroe kota
Langsa. Tempat ini sangat exotis, karena letaknya diapit oleh bukit-bukit yang
tinggi. Di daerah ini memberikan suasana khas yang asri dan selalu merdu dengan
kicauan burung. Dan tempat ini dijadikan Bumper (bumi perkemahan) bagi anggota
pramuka yang melaksanakan kegiatannya.
4.
Kolam
Pemancingan
Kolam pemancingan terletak di desa Gampong Baroe
kecamatan Langsa Baroe. Kolam ini sangat cocok bagi penggemar memancing.
Tempatnya sangat mudah dikunjungi, dan kolam pemancingan ini melekat keindahan
yang mampu memberikan kepuasan psikologis pengunjung dan nuansa afarmatif.
5.
Wisata Kuliner
Khas Langsa
Selain tempat-tempat indah dan bersejarah, dapat pula
kenikmatan tiada duanya dari aneka makanan baik dari dalam kota
Langsa yang sangat khas maupun luar kota
Langsa.
Makanan khas Langsa di antaranya adalah Sop Sum-Sum
Langsa, gulee lhok beulacan, Rujak Langsa, kripik,dll. Namun makanan luar
lainnya juga dengan mudah di dapat dengan rasa asli maknyus seperti Burger,
Siomay JM, Ayam Tangkap, Kalasan, Gepok, dll.
6.
Makam Ampon
Chik Banta Beurdan (balee juang)
Pertengahan abad 17 Ampon Chik Banta Beurdan adalah
seorang ulee balang untuk daerah Langsa. Dan beliau merupakan keturunan Raja
yang beristrikan keturunan bangsawan.
Pada masa beliau berkuasa, beliau mendirikan sebuah
mesjid yang menjadi mesjid pertama di Kota Langsa yaitu mesjid yang
terletak di Gampong Teungoh. Sangat banyak peninggalan-peninggalannya di
antaranya adalah Mesjid, istana , tempat bermain anak-anak, makam-makam keramat
dan lain - lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar